Di akhir abad ke-20, dalam rindu yang memeluk, keluarga Lee, pesona berbunga dari Korea dan Indonesia, menetap di bumi Korea, menyatu dalam komunitas Indonesia yang riuh merdu. Min-Joon Lee, ayah yang meniti jiwa di Seoul yang damai, bertemu dengan Sitiara, ibu nan membara, dalam irama cinta di tanah Korea.
Pada pernikahan mereka, di saat tuntutat pekerjaan memanggil, keluarga Lee menempuh perjalanan jauh ke Swiss, negeri berpadu indah alam dan keanggunan. Min-Joon, sang pria dari Korea yang tegar, dipercaya mengemban tugas, melintasi samudra menuju Swiss yang megah. Sitiara, sang wanita Indonesia yang bergelora, dengan hati yang penuh petualangan, mengikuti suaminya dan merasakan keajaiban negeri Alpen yang mempesona. Di sana, di bawah langit yang gemilang, kedua anak pun dilahirkan, mengukir jejak keajaiban di antara puncak-puncak yang menari. Disinilah kedua anaknya dilahirkan.
Namun, keluarganya memutuskan untuk tinggal ke tanah air, menyapa Indonesia dan mengenalkannya pada kampung halaman ibunya. Nicholas, berjalan dalam angan-angan baru, menatap budaya, bahasa, dan lingkungan baru dengan hati yang lapang. Namun, didukung cinta keluarga, dia segera mencumbu, belajar bahasa dan menari dengan kehidupan barunya.
Keluarga Lee, setia menggelar karpet warisan, menyebar benih-benih budaya Korea dalam kehidupan sehari-hari mereka di tanah Indonesia yang raya. Nicholas diajari tentang tradisi, nilai-nilai, dan bahasa Korea, sambil tetap menjunjung tinggi dan menghormati budaya Indonesia yang mempesona.
Lahirnya Nicholas dalam keluarga yang tersembah dua budaya, menghadiahkan kekayaan pengalaman dan pemahaman yang mendalam, memahami indahnya dua warisan. Dia tumbuh sebagai pribadi yang terhubung dengan identitas uniknya, memuliakan dan menggandeng keelokan Korea dan Indonesia dalam segala ragam hidupnya. Keluarga Lee, guru yang tegar, membentuk karakter Nicholas, mempersembahkan nilai-nilai keluarga, merangkul budaya dengan setulus hati, dan menanam semangat untuk merentangkan jembatan di antara tiga rumah, yang ia panggil dengan cinta dan keabadian.